Bandarlampung – Anggota DPRD Bandarlampung Endang Asnawi mengadakan kegiatan pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan di wilayah Sukaraja, Telukbetung Selatan, Minggu (19/10/2025).
Anggota DPRD Bandarlampung Endang Asnawi mengatakan, perkembangan teknologi di era modern ini memberikan pengaruh besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Dimana perkembangan teknologi membawa manfaat besar dalam meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga membawa tantangan dalam menjaga adab dan etika.

Pria yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Bandarlampung ini juga menyatakan, teknologi yang semakin canggih memudahkan aktivitas sehari-hari, membuka akses informasi, dan mempercepat komunikasi.
Namun, lanjutnya, perkembangan teknologi juga membawa dampak negatif yang perlu diwaspadai. Terutama terkait dengan adab atau tata krama dalam bersosialisasi.
“Salah satu dampak positifnya yaitu kita bisa mengetahui dengan cepat berbagai informasi dan teknologi. Dampak negatifnya yaitu penggunaan media sosial yang tidak terkendali sering menyebabkan munculnya perilaku kurang sopan, seperti penghinaan, penyebaran hoaks, dan perundungan online (cyberbullying),” kata Endang Asnawi, di dalam kegiatan yang menghadirkan narasumber Suheli dan Anggalana ini.
Oleh karena itu, lanjutnya lagi, ia menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mengajarkan dan mempertahankan adab dan etika kepada anak – anak.
Menurut Endang Asnawi, teknologi memberikan kemudahan yang luar biasa bagi manusia. Dengan adanya internet, semua dapat mengakses informasi dari seluruh dunia hanya dalam hitungan detik.
Menurutnya lagi, hal ini memperluas wawasan dan pengetahuan, sehingga meningkatkan kualitas pendidikan dan pekerjaan. Selain itu, teknologi komunikasi seperti telepon seluler dan media sosial memudahkan untuk tetap terhubung dengan keluarga dan teman meskipun berjauhan.
“Di bidang kesehatan, kemajuan teknologi memungkinkan diagnosa dan pengobatan penyakit yang lebih cepat dan akurat,” ujarnya.
Namun, kata Endang Asnawi, perkembangan teknologi juga memiliki dampak negatif, terutama pada adab dan etika sosial. Interaksi tatap muka yang semakin berkurang akibat ketergantungan pada komunikasi digital membuat kemampuan bersosialisasi dan empati menjadi menurun.
“Selain itu, banyak orang menjadi kurang menghargai waktu dan fokus karena terlalu sering terganggu oleh notifikasi dan konten digital yang tidak penting,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Endang Asnawi menegaskan pentingnya untuk menggunakan teknologi secara bijak dan tetap memelihara nilai-nilai kesopanan dalam berinteraksi. Baik secara langsung maupun melalui dunia digital.
“Dengan demikian, teknologi dapat menjadi alat yang positif tanpa mengorbankan tata krama dan hubungan sosial yang harmonis,” pungkasnya. (*)












