Bandarlampung – Anggota DPRD Bandarlampung Agus Djumadi mengadakan kegiatan pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan di wilayah Gang Kulit, Kelurahan Langkapura, Kemiling, Jumat (10/10/2025).
Anggota DPRD Bandarlampung Agus Djumadi mengatakan, menjadi suatu kegelisahan, dimana terkadang terjadi kenaikan harga – harga. Baik kenaikan harga di bidang pangan maupun yang lainnya.
Kenaikan harga ini, kata Agus Djumadi, menimbulkan keresahan di masyarakat. Terutama bagi kalangan menengah ke bawah. Seperti kalangan pengusaha UMKM.
“Semakin bertambah populasi masyarakat, pemerintah bekerja keras mengatasi masalah, salah satunya terkait pangan,” kata Agus Djumadi.
Pada kesempatan tersebut, Agus Djumadi mengungkapkan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga dalam perspektif pancasila.
Menurutnya, ketahanan pangan dan ekonomi keluarga merupakan dua aspek fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dimana ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan bahan makanan, tetapi juga keterjangkauan, kualitas gizi, dan keberlanjutan pasokan.
Ia menambahkan, ekonomi keluarga merupakan pilar utama yang menopang kesejahteraan masyarakat secara mikro. Keduanya memiliki keterkaitan erat, dan dalam konteks Indonesia. Nlai-nilai pancasila menjadi dasar moral, etika, dan arah kebijakan dalam membangun ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.
“Ekonomi keluarga yang stabil memungkinkan pemenuhan kebutuhan gizi yang layak bagi seluruh anggota keluarga. Dalam kondisi ekonomi yang baik, keluarga mampu membeli bahan pangan bergizi, menyekolahkan anak, dan menjaga kesehatan,” ungkapnya.
Sebaliknya, kata Agus Djumadi, ekonomi yang rapuh akan berdampak langsung pada ketahanan pangan. Karena keluarga akan kesulitan mengakses makanan sehat dan berkualitas.
“Penguatan ekonomi keluarga dapat dilakukan melalui berbagai cara. Seperti pengembangan usaha mikro dan UMKM. Terutama di bidang pertanian dan pangan,” ujarnya. (*)











