‎Rumah Keluarga Indonesia Kemiling Tekankan Peran Sentral Ibu Jaga Keharmonisan


‎Bandarlampung — Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Kemiling, menggelar seminar keluarga bertajuk “Memahami Psikologi Pria: Memahami dan Mengelola Perbedaan Karakter Demi Keharmonisan Keluarga” pada Ahad (23/8/26).

Agenda yang berlangsung hangat ini menghadirkan praktisi ketahanan keluarga, Ustadzah Nurul’ain Idris, sebagai narasumber utama untuk membedah dinamika hubungan suami istri.


Acara dibuka langsung oleh Sulistiani ini menekankan betapa krusialnya pemahaman psikologis dalam menyikapi dinamika rumah tangga. Dalam sambutannya, wanita yang disapa Bunda Sulis ini menggaris bawahi bahwa seorang ibu memiliki peran sentral sebagai jangkar emosional yang menjaga stabilitas dan keharmonisan seluruh anggota keluarga.


‎”Ibu adalah jantung dari sebuah rumah. Kemampuan seorang istri dalam memahami dan menyikapi dinamika emosional suami secara bijak menjadi kunci utama agar ikatan keluarga tetap kokoh di tengah berbagai tantangan,” ujar Bunda Sulis, yang juga anggota DPRD Bandarlampung ini di hadapan para peserta yang antusias menyimak.

‎Memasuki sesi inti, Ustadzah Nurul’ain Idris memaparkan sudut pandang praktis mengenai perbedaan cara berpikir serta komunikasi antara pria dan wanita. Ia menjelaskan bahwa banyak konflik rumah tangga bersumber dari ketidakfahaman atas pola respons pria yang cenderung logis dan membutuhkan ruang untuk mengurai masalah.

‎Di sela-sela kegiatan, Bunda Sulis membagikan pandangannya terkait tantangan terbesar yang dihadapi para ibu saat ini.

“Sering kali konflik timbul bukan karena berkurangnya rasa sayang, melainkan karena kita menuntut suami untuk merespons emosi dengan cara yang sama seperti wanita. Di sinilah pentingnya edukasi psikologi agar kita bisa saling melengkapi, bukan bertabrakan,” ungkapnya.

‎Ustadzah Nurul’ain Idris turut menambahkan wawancaranya mengenai output yang diharapkan dari seminar ini. “Kami ingin para peserta pulang dengan keterampilan praktis, yaitu meredam ego dan menggantinya dengan empati. Ketika istri memahami kapan harus memberi ruang dan kapan harus berdiskusi, keharmonisan akan tercipta secara alami,” jelas Ustadzah Nurul’ain.

‎Melalui seminar ini, RKI Kemiling berharap para ibu dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk membangun komunikasi yang lebih sehat di rumah. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan komitmen bersama peserta untuk terus belajar menjadi pilar ketahanan keluarga yang adaptif dan penuh kasih. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *