Bandarlampung – Hari kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan, merupakan momen yang sangat bermakna bagi umat Islam. Dimana hari tersebut tidak hanya menjadi tanda berakhirnya bulan penuh ibadah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri serta mempererat hubungan dengan sesama.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Bandarlampung Muhammad Suhada di dalam kegiatan pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan yang dilaksankan di wilayah Segalamider, Tanjungkarang Barat, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, salah satu tradisi yang sangat erat dengan hari kemenangan adalah silaturahmi. Dimana silaturahmi merupakan kegiatan menjalin dan menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, teman, serta masyarakat sekitar.
“Dalam kehidupan bermasyarakat, silaturahmi dapat memperkuat rasa persaudaraan, kebersamaan, dan saling menghargai,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, saat hari kemenangan tiba, banyak orang memanfaatkan waktu tersebut untuk saling berkunjung dan bermaaf-maafan.
Kegiatan silaturahmi biasanya dimulai dari keluarga terdekat. Anak-anak yang merantau akan pulang ke kampung halaman untuk bertemu dengan orang tua dan saudara. Mereka berkumpul, berbagi cerita, serta saling meminta dan memberi maaf atas kesalahan yang pernah terjadi. Suasana ini menciptakan kebahagiaan dan kehangatan dalam keluarga.
Selain dalam lingkungan keluarga, silaturahmi juga dilakukan dengan tetangga dan teman. Tradisi saling berkunjung, berbagi makanan, dan berbincang bersama menjadi cara sederhana untuk mempererat hubungan sosial. Melalui silaturahmi, rasa persatuan dan kebersamaan dalam masyarakat dapat semakin kuat.
“Dengan demikian, silaturahmi dalam menyambut hari kemenangan memiliki makna yang sangat penting. Tidak hanya sebagai tradisi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperbaiki hubungan dan mempererat tali persaudaraan,” ungkapnya. (*)












