Bandarlampung – Puasa merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki makna spiritual dan sosial yang sangat mendalam. Di Indonesia, sebagai negara yang berlandaskan Pancasila, pelaksanaan puasa tidak hanya menjadi kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Bandarlampung Heti Friskatati di dalam kegiatan pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan yang dilaksanakan di wilayah Kelurahan Gunung Agung, Langkapura, Minggu (22/2/2026).

Heti Friskatati mengatakan, dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, puasa menjadi lebih bermakna karena tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga pada masyarakat luas.
“Puasa merupakan wujud ketaatan dan keimanan kepada Tuhan. Melalui puasa, seseorang belajar untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta dengan penuh keikhlasan dan kesabaran,” kata Heti.
Selain itu, lanjutnya, nilai ketuhanan juga mengajarkan sikap toleransi terhadap pemeluk agama lain yang menjalankan ibadahnya masing-masing. Dengan demikian, tercipta kehidupan yang harmonis antarumat beragama.
“Ketika menahan lapar dan dahaga, seseorang dapat merasakan penderitaan orang-orang yang kurang mampu,” lanjutnya.
Hal ini, kata wanita yang juga anggota Komisi IV DPRD Bandarlampung ini, mendorong tumbuhnya rasa solidaritas. Seperti berbagi makanan, bersedekah, dan membantu sesama tanpa memandang perbedaan.
“Puasa melatih manusia untuk bersikap adil, santun, dan menghargai martabat orang lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, di bulan puasa, sering diadakan kegiatan seperti buka puasa bersama yang mempererat tali persaudaraan. Meskipun masyarakat Indonesia beragam suku, budaya, dan agama, semangat persatuan harus tetap dijaga.
Menurut Heti Friskatati, menjalankan puasa sesuai nilai-nilai Pancasila berarti menjadikan puasa sebagai sarana pembentukan karakter yang beriman, berperikemanusiaan, menjunjung persatuan, bersikap bijaksana, dan adil.
“Jika nilai-nilai tersebut diterapkan secara konsisten, puasa tidak hanya memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mempererat hubungan antarsesama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” politisi Partai Golkar ini. (*)












