Bandarlampung – Curah hujan ekstrem yang melanda Bandarlampung dalam beberapa waktu terakhir menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan dan kepedulian bersama.
Hujan dengan intensitas tinggi tidak hanya menimbulkan genangan air dan banjir di sejumlah wilayah. Tetapi juga memperlihatkan betapa eratnya hubungan antara kondisi lingkungan dengan kehidupan sosial masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Bandarlampung Rama Apriditya di dalam kegiatan pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan yang dilaksankan di wilayah Kota Sepang, Kedaton, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Rama, dalam situasi seperti ini, merajut silaturahmi antarwarga dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi dua hal yang saling melengkapi untuk menghadapi tantangan alam.
“Silaturahmi memiliki peran penting dalam memperkuat solidaritas sosial,” kata Rama.
Pria yang juga menjabat Ketua Fraksi Golkar DPRD Bandarlampung ini, ketika hujan deras menyebabkan jalanan tergenang atau saluran air meluap, warga yang memiliki hubungan baik cenderung lebih mudah bekerja sama.
Mereka saling membantu membersihkan selokan, mengevakuasi barang-barang dari rumah yang terdampak, hingga menyediakan bantuan bagi tetangga yang membutuhkan.
“Nilai kebersamaan ini menjadi modal sosial yang sangat berharga, terutama ketika bencana alam datang tanpa diduga,” kata Rama.
Di sisi lain, lanjutnya, kebersihan lingkungan menjadi faktor utama yang menentukan seberapa besar dampak dari curah hujan ekstrem.
“Banyak kasus banjir di perkotaan terjadi karena saluran air tersumbat sampah,” ujarnya. (*)












