Bandarlampung — Kepedulian terhadap masa depan anak menjadi salah satu perhatian Anggota DPRD Bandarlampung dari Fraksi PKS, Yuni Karnelis, S.T.P.
Ia menilai, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak serta remaja merupakan tanggungjawab bersama untuk membangun generasi yang sehat, berkarakter, dan memiliki masa depan yang baik.
Yuni menegaskan, persoalan kekerasan seksual terhadap anak dan remaja tidak boleh hanya menjadi perhatian ketika sebuah kasus terjadi. Upaya pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah hingga masyarakat.
“Anak-anak adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Mereka berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, mendapatkan kasih sayang dan perlindungan,” ujar Yuni, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, keluarga memiliki peran penting sebagai benteng pertama dalam memberikan perlindungan kepada anak. Karena itu, komunikasi yang hangat dan terbuka antara orang tua dan anak perlu terus dibangun agar anak memiliki keberanian untuk bercerita ketika menghadapi persoalan atau berada dalam situasi yang tidak aman.
Selain keluarga, Yuni juga mendorong penguatan edukasi kepada anak dan remaja yang disesuaikan dengan usia mereka. Edukasi dinilai penting agar anak mengenali tindakan yang tidak pantas, memahami situasi berisiko, menjaga diri, serta mengetahui kepada siapa mereka dapat meminta pertolongan.
“Yang paling penting adalah bagaimana anak merasa didengar dan dipercaya. Jangan sampai mereka memilih diam karena takut atau merasa tidak memiliki tempat untuk bercerita,” tuturnya.
Sebagai wakil rakyat sekaligus Ketua BIPEKA Provinsi Lampung, Yuni menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan kepentingan masyarakat, khususnya dalam upaya memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, serta lembaga terkait dapat semakin diperkuat untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak dan remaja.
Bagi Yuni, keberhasilan pembangunan tidak hanya dapat dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana sebuah lingkungan mampu memberikan rasa aman dan ruang tumbuh yang baik bagi generasi penerus.
“Kalau kita ingin melihat Bandarampung memiliki generasi yang kuat dan berkualitas, maka sejak sekarang anak-anak harus kita lindungi, kita dengarkan dan kita dampingi,” katanya.
Yuni berharap kepedulian terhadap perlindungan anak tidak berhenti pada momentum tertentu, tetapi menjadi gerakan bersama yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari bersama-sama menjadi orang dewasa yang hadir ketika anak membutuhkan perlindungan. Karena menjaga anak hari ini, berarti menjaga masa depan kita semua,” pungkasnya. (rls)












