Reri Pambudi:  Puasa Melatih Kesabaran, Keikhlasan dan Meningkatkan Ketakwaan

Bandarlampung – Puasa salah satu bentuk ibadah yang memiliki makna mendalam dalam kehidupan manusia. Puasa tidak hanya terbatas pada menahan lapar dan haus, melainkan juga mengandung nilai spiritual, sosial, dan moral yang sangat luas.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Bandarlampung Reri Pambudi, Selasa (17/2/2026).

Secara spiritual, kata Reri Pambudi, puasa adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, seseorang belajar mengendalikan hawa nafsunya.

“Pengendalian diri ini melatih kesabaran, keikhlasan, serta meningkatkan ketakwaan,” kata Reri.

Dalam suasana Ramadan, kata politisi Partai Gerindra ini, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, dan melaksanakan salat tarawih. Semua ini bertujuan membersihkan hati dan memperkuat hubungan dengan sang pencipta.

Dari segi moral, lanjutnya, puasa mengajarkan kejujuran dan integritas. Ketika seseorang berpuasa, tidak ada manusia lain yang benar-benar dapat memastikan apakah ia sungguh-sungguh menahan diri atau tidak.

“Oleh karena itu, puasa melatih kesadaran bahwa Allah Maha Melihat segala perbuatan. Kesadaran ini membentuk pribadi yang jujur dan bertanggung jawab, tidak hanya saat berpuasa tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Selain itu, tambahnya, puasa memiliki manfaat bagi kesehatan apabila dijalankan dengan benar. Pola makan yang teratur saat sahur dan berbuka dapat membantu tubuh beristirahat dari pola konsumsi berlebihan. Namun, manfaat ini tetap harus disertai dengan niat utama beribadah, bukan semata-mata demi kesehatan.

Dengan demikian, lanjutnya, puasa bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana pembinaan diri yang menyeluruh. Ia membentuk manusia yang lebih sabar, peduli, dan bertakwa.

“Melalui puasa, manusia diajak untuk menyeimbangkan kebutuhan jasmani dan rohani. Serta menjadikan dirinya pribadi yang lebih baik dalam hubungannya dengan Tuhan dan sesama,” kata Politisi Partai Gerindra ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *