Agus Djumadi Tegaskan, Bandarlampung Bisa Menjadi Kota Modern, Religius dan Sejahtera

Bandarlampung – Bandarlampung sebagai ibu kota Provinsi Lampung, memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan daerah sekaligus menjadi wajah utama pembangunan di wilayah Sumatra bagian selatan.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi III DPRD Bandarlampung Agus Djumadi, Selasa (30/12/2025).

Agus Djumadi mengatakan, dengan posisi geografis yang menghubungkan pulau Sumatera dan Jawa, Bandarlampung memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kota modern yang tetap berlandaskan nilai-nilai religius serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, kata Agus Djumadi, menuju kota modern, Bandarlampung harus terus melakukan pembenahan di berbagai sektor. Seperti pembangunan infrastruktur seperti jalan, transportasi, dan fasilitas umum menjadi langkah penting untuk meningkatkan mobilitas dan kenyamanan warga.

Selain itu, lanjutnya, pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan publik, seperti administrasi kependudukan dan perizinan, mencerminkan upaya pemerintah kota dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Modernitas tidak hanya diukur dari kemajuan fisik. Tetapi juga dari pola pikir masyarakat yang terbuka, inovatif, dan siap bersaing di era global,” kata Agus Djumadi.

Namun, ujarnya, kemajuan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan nilai religius. Bandarlampung dikenal sebagai kota yang majemuk, dengan masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya.

Menurutnya, nilai religius menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan sosial, menumbuhkan sikap toleransi, serta membentuk karakter masyarakat yang berakhlak mulia.

“Kehidupan beragama yang berjalan seiring dengan pembangunan akan mencegah dampak negatif modernisasi. Seperti individualisme dan lunturnya nilai moral,” ungkapnya.

Dengan menjunjung tinggi ajaran agama, ujarnya, masyarakat diharapkan mampu berkontribusi positif dalam kehidupan sosial dan pembangunan kota.

Ditambahkannya, tujuan akhir dari pembangunan Bandarlampung adalah tercapainya kesejahteraan masyarakat. Kota yang sejahtera ditandai dengan terpenuhinya kebutuhan dasar warga. Seperti pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang terjangkau, serta tersedianya lapangan pekerjaan.

“Pemerataan pembangunan menjadi kunci agar kesejahteraan tidak hanya dirasakan oleh sebagian kelompok. Tetapi oleh seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.

Pemberdayaan ekonomi lokal, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), juga berperan penting dalam meningkatkan pendapatan dan kemandirian masyarakat.

Politisi PKS ini menuturkan, dengan menyinergikan kemajuan teknologi, penguatan nilai religius, dan pemerataan kesejahteraan, Bandar Lampung memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi kota yang ideal. Kota modern yang religius dan sejahtera bukan hanya menjadi slogan, melainkan cita-cita bersama yang harus diwujudkan melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Bandarlampung dapat menjadi kota yang maju, berkarakter, dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi generasi sekarang maupun masa depan,” ungkapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *