Bandarlampung – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan generasi muda. Internet dan media sosial menjadi ruang baru untuk belajar, berinteraksi, berekspresi, dan membangun identitas diri.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Bandarlampung Yuni Karnelis di dalam kegiatan pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan yang dilaksanakan di wilayah Sumur Putri, Telukbetung Selatan, Sabtu (24/1/2026).
Namun, politisi PKS ini menuturkan, kebebasan di dunia digital harus diimbangi dengan norma agar tidak menimbulkan dampak negatif. Dalam konteks Indonesia, Pancasila menjadi pedoman utama dalam membangun perilaku digital yang beretika dan bertanggung jawab.
“Penggunaan media sosial hendaknya tidak mengandung ujaran kebencian, pornografi, penipuan, maupun konten yang merendahkan martabat manusia,” kata Yuni Karnelis.
Menurutnya, kesadaran bahwa setiap tindakan diawasi oleh nilai ketuhanan mendorong pengguna digital untuk bersikap jujur, sopan, dan bertanggung jawab.
Menurutnya lagi, generasi muda harus menghindari perundungan siber (cyberbullying), penyebaran hoaks, serta diskriminasi berbasis suku, agama, ras, dan golongan.
“Sikap empati, saling menghormati, dan berperilaku beradab menjadi norma penting agar ruang digital tetap aman dan manusiawi,” ucapnya. (*)











