Bandarlampung – Bulan Syawal menjadi momentum untuk mempererat kembali hubungan antar sesama manusia. Dimana tradisi saling mengunjungi keluarga, tetangga, dan kerabat menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Kegiatan ini bukan sekadar kebiasaan sosial, melainkan juga bentuk nyata dari nilai-nilai ukhuwah Islamiyah (persaudaraan dalam Islam).

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Bandarlampung Muhammad Suhada di dalam kegiatan pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan yang dilaksanakan di wilayah Kampung Baru, Labuhan Ratu, Sabtu (11/4/2026).
“Dengan bersilaturahmi, kita saling memaafkan kesalahan yang mungkin terjadi di masa lalu, memperbaiki hubungan yang sempat renggang, serta menumbuhkan rasa kasih sayang dan kepedulian,” ujarnya.
Menurutnya, silaturahmi juga memiliki banyak manfaat. Baik secara spiritual maupun sosial. Dari sisi spiritual, silaturahmi dapat mendatangkan keberkahan dan memperpanjang umur, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadits.
Sementara dari sisi sosial, ujarnya, silaturahmi membantu menciptakan lingkungan yang harmonis, penuh toleransi, dan saling mendukung. Dalam suasana kebersamaan ini, rasa persatuan dan kesatuan dalam masyarakat akan semakin kuat.
Di era modern seperti sekarang, silaturahmi tidak hanya dilakukan langsung. Tetapi juga melalui media komunikasi seperti telepon, pesan singkat, dan video call.
Meskipun demikian, bertemu secara langsung tetap memiliki nilai tersendiri karena dapat mempererat hubungan emosional secara lebih mendalam.
“Bulan Syawal hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperbanyak silaturahmi. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga semangat silaturahmi yang terjalin di bulan Syawal dapat terus kita jaga sepanjang tahun,” ungkapnya. (*)











