H. Widodo Sebut Ideologi Pancasila Tidak Bisa Dipisahkan dari Perjalanan Panjang Bangsa

Bandarlampung – Sejarah lahirnya ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang bangsa dalam melawan penjajahan dan membangun identitas nasional.

Kedua konsep ini menjadi fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara hingga saat ini.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Bandarlampung H. Widodo di sela – sela kegiatan pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan yang dilaksanakan di DPW PKS Lampung, Jumat (10/4/2026).

Menurut Widodo, awal munculnya ideologi Pancasila dilatarbelakangi oleh kondisi Indonesia yang sangat majemuk. Baik dari segi suku, agama, budaya, maupun bahasa. Pada masa penjajahan, rakyat Indonesia mengalami penderitaan yang sama.

Sehingga, lanjutnya, muncul kesadaran untuk bersatu melawan kolonialisme. Kesadaran ini semakin berkembang pada masa pergerakan nasional di awal abad ke-20. Ketika berbagai organisasi mulai memperjuangkan kemerdekaan dan persatuan bangsa.

Momentum penting dalam perumusan Pancasila terjadi pada sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tahun 1945. Dalam sidang tersebut, beberapa tokoh nasional mengemukakan gagasan tentang dasar negara. Salah satu tokoh utama adalah Soekarno yang pada tanggal 1 Juni 1945 menyampaikan pidato tentang lima dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila. Selain itu, tokoh seperti Mohammad Yamin dan Soepomo juga memberikan kontribusi penting dalam perumusan konsep tersebut.

“Seiring dengan berkembangnya ideologi Pancasila, muncul pula konsep wawasan kebangsaan,” ujarnya.

Wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap dirinya sendiri sebagai satu kesatuan yang utuh. Konsep ini lahir dari pengalaman sejarah bangsa yang pernah terpecah-pecah akibat penjajahan dan perbedaan daerah.

Ditambahkannya, setelah Indonesia merdeka, wawasan kebangsaan semakin diperkuat untuk menjaga keutuhan negara. Dalam konteks ini, Pancasila menjadi landasan utama dalam membangun sikap nasionalisme dan rasa cinta tanah air. Wawasan kebangsaan mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang harus dijaga dalam bingkai persatuan.

Dilanjutkannya, ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan lahir dari proses sejarah yang panjang dan penuh perjuangan. Keduanya menjadi dasar penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Pancasila berfungsi sebagai pedoman hidup, sedangkan wawasan kebangsaan menjadi cara pandang dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri,” ungkapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *