Bandarlampung – Fraksi PKB DPRD Lampung angkat bicara terkait tragedi dua mahasiswi yang hanyut terbawa air Bah saat berwisata di tempat wisata Wira Garden, Bandarlampung, Rabu (1/4/2026).
Menurut Ketua Fraksi PKB DPRD Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, pihaknya mendorong dilakukan pembenahan dalam hal sistem keselamatan di destinasi wisata berbasis alam, terutama di aliran sungai.
Selain itu, ia juga mendorong langkah nyata dan menyeluruh setelah terjadi hanyutnya dua mahasiswi tersebut di kawasan wisata Wira Garden.
“Kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bersama. Sistem mitigasi harus benar-benar diterapkan di lapangan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya lagi, Pemerintah Provinsi Lampung perlu segera merealisasikan pembangunan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di titik-titik rawan banjir, terutama di wilayah Bandarlampung.
“EWS sangat penting agar ada peringatan lebih awal, sehingga pengunjung maupun pengelola memiliki waktu untuk melakukan evakuasi sebelum kondisi memburuk,” tegasnya.
Selain itu, ujarnya, Fraksi PKB juga merekomendasikan penutupan sementara kawasan Wira Garden guna dilakukan audit menyeluruh terhadap standar operasional keselamatan.
Dimana, lanjutnya, audit tersebut mencakup kelengkapan rambu peringatan, kesiapan jalur evakuasi, hingga kesiapan petugas di lapangan.
“Kami merekomendasikan penutupan sementara sampai semua aspek keselamatan benar-benar diperbaiki. Jangan sampai tempat wisata dibuka tanpa jaminan keamanan,” tambahnya.
Khoiriyah yang juga anggota Komisi II DPRD Lampung menegaskan, pihaknya akan menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap evaluasi dan perbaikan tata kelola wisata alam di daerah.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap pengelolaan destinasi wisata,” pungkasnya. (*)











