Bandarlampung – Tradisi saling memaafkan pada Idul Fitri bukan hanya bagian dari ajaran agama, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Bandarlampung, Agusman Arief di dalam kegiatan pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan yang berlangsung di wilayah Telukbetung Utara, Minggu (29/3/2026).

Politisi Partai Demokrat ini menuturkan, jika sikap ini terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka akan tercipta masyarakat yang rukun, damai, dan penuh rasa persaudaraan.
“Terus pererat rasa saling toleransi, saling menghormati, dan menjaga persatuan dan kesatuan,” kata Agusman Arief.
Pria yang juga menjabat Ketua Komisi II DPRD Bandarlampung ini menuturkan, Idul Fitri merupakan momen yang sangat istimewa bagi umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.
“Salah satu makna utama dari perayaan ini adalah saling memaafkan, yaitu membersihkan hati dari kesalahan, dendam, dan prasangka buruk,” ungkapnya.
Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar kebiasaan sosial, tetapi memiliki nilai luhur yang sejalan dengan dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila. (*)











