Bandarlampung – Nilai-nilai Pancasila lahir dari budaya, adat istiadat, dan kepribadian masyarakat Indonesia sendiri. Oleh karena itu, mengatakan “Pancasila adalah kita” berarti mengakui bahwa Pancasila hidup dalam setiap sikap, perilaku, dan tindakan rakyat Indonesia.
Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Bandarlampung Reri Pambudi di dalam kegiatan pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan yang dilaksanakan di wilayah Kedamaian, Jumat (20/2/2026).

“Dalam kehidupan sehari-hari, kita diajarkan untuk saling menghormati perbedaan keyakinan. Inilah wujud nyata bahwa Pancasila hadir dalam interaksi sosial masyarakat,” kata Reri Pambudi.
Politisi Partai Gerindra ini juga mengatakan, Indonesia yang beragam tetap mampu berdiri kokoh karena masyarakatnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Sikap gotong royong, empati, dan solidaritas.
Ia menambahkan, di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah. Melainkan kekuatan untuk bersatu.
Menurutnya, semangat persatuan inilah yang membuktikan bahwa Pancasila bukan hanya simbol, tetapi napas kehidupan bangsa.
Dengan demikian, lanjutnya, Pancasila bukan hanya teks yang dihafalkan. Melainkan pedoman hidup yang diamalkan. Ketika menghargai perbedaan, menjunjung persatuan, bermusyawarah, dan berlaku adil, saat itulah Pancasila benar-benar menjadi bagian dari diri sendiri.
“Pancasila adalah kita, dan kitalah yang menjaga serta menghidupkannya dalam setiap langkah kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya. (*)











