Bandarlampung – Anggota DPRD Bandarlampung, Sulistiani melaksanakan kegiatan pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan di wilayah Jalan Imam Bonjol No. 37, Sumberejo, Kemiling, Jumat (26/9/2025).
Di dalam kegiatan yang menghadirkan narasumber Wahyu Setiawan dan Setyawan ST tersebut, Anggota DPRD Bandarlampung, Sulistiani mengatakan, pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan sangat erat kaitannya dengan peran pemuda.
Dimana, kata wanita yang juga bendahara Fraksi PKS DPRD Bandarlampung ini, pemuda yang memiliki pemahaman yang baik terhadap Pancasila dan wawasan kebangsaan, akan menjadi kekuatan besar menjaga persatuan bangsa. Serta membawa Indonesia menuju kemajuan.
Ia menuturkan, pemuda adalah agen perubahan yang memiliki energi, semangat, dan idealisme tinggi. Dalam konteks kebangsaan, pemuda diharapkan mampu menjadi pelopor persatuan, melawan paham radikal, serta menjaga moralitas dan identitas bangsa.
“Peran pemuda sangat penting dalam berbagai bidang, baik sosial, pendidikan, politik, maupun ekonomi,” kata Sulistiani.
Oleh karena itu, lanjutnya, pembinaan ini harus terus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan, keluarga, dan lingkungan sosial.
Ditambahkannya, Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya. Dalam keberagaman tersebut, dibutuhkan sebuah landasan ideologi yang mampu mempersatukan seluruh elemen bangsa.
Ia mengutarakan, pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi bangsa menjadi fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Untuk itu, pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan sangat penting. Terutama bagi kalangan pemuda sebagai generasi penerus bangsa,” ungkapnya.
Dijelaskannya, pembinaan ideologi Pancasila bertujuan menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam lima sila Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan, dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
“Nilai-nilai ini menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, bagi pemuda, pembinaan ini menjadi bekal dalam membentuk karakter yang berintegritas, toleran, dan cinta tanah air. (*)












